DISINI KITA BELAJAR MENJADI ORANG INDONESIA SEJATI

Wahid Institute Rilis Laporan Kebebasan Beragama Tahun 2009

leave a comment »

Tahun 2009 membukukan 35 pelanggaran kebebasan beragama, 93 tindakan intoleransi. Aparat kepolisian pelaku pelanggaran terbanyak, ormas keagamaan pelaku tindakan intoleransi

Jakarta-wahidinstitute.org. Bertempat di gedung PBNU di Jalan Kramat Raya Jakarta, Wahid Institute merilis Laporan Kebebasan Beragama dan Kehidupan Keagaaman 2009sekaligus meluncurkan buku Agama dan Pergeseran Representasi: Konflik dan Rekonsiliasi di Indonesia, Selasa (29/12). Laporan itu merupakan kali kedua setelah lembaga yang concern dalam isu pluralisme dan demokrasi meluncurkan laporan serupa pada Desember 2008.

Dalam sambutan, Direktur the Wahid Institute Yenny Zannuba Wahid merasa prihatin dengan situasi kehidupan keberagaman di Indonesia seperti tergambar dalam laporan. Situasi ini menurutnya disebabkan oleh faktor kepemimpinan yang tak memiliki visi tegas mengenai isu kebebasan beragama. Pemerintahan saat ini dinilainya lebih senang mengambil kebijakan yang popular ketimbang bersikap tegas ketika berhadapan dengan isu yang masih sensitif ini.

Sepanjang tahun 2009, Wahid Institute mencatat telah terjadi 35 tindakan yang dikategorikan sebagai pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan. Wilayah paling banyak terjadi ditempati Jawa Barat dengan 10 kasus. Sedang dari pelaku, kepolisian menempati posisi teratas pelanggar kebebasan beragama sebenyak 18 kali atau 45 persen.

Jawa Barat juga menempati posisi teratas dalam kasus-kasus intoleransi.  Di provinsi berpenduduk sekitar 39 juta ini terdapat 32 kasus intoleransi. Bentuknya kebanyakan tindakan penyebaran kebencian yang ditujukan kepada agama tertentu seperti Yahudi, Kristen, atau kelompok/individu yang diduga sesat. Intoleransi merupakan setiap pembedaan, pengabaian, larangan atau pengutamaan yang didasarkan pada agama atau kepercayaan dan yang tujuannya atau akibatnya meniadakan atau mengurangi pengakuan, penikmatan, atau pelaksanaan hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan mendasar atas dasar yang setara.

Total peristiwa intoleransi tahun 2009 sebanyak 93 kasus. Terbanyak terjadi pada Juni dan Nopember 2009, masing-masing 11 peristiwa. Sementaranya pelaku terbanyak diduduki ormas keagamaan dengan 48 tindakan. Dari ormas yang ada, Majlis Ulama Indonesia merupakan ormas yang paling sering melakukan tindakan intoleransi yang umumnya berupa fatwa sesat. Setelah itu dikuti FPI dengan 8 tindakan dan FUI 5 tindakan.

Tahun 2009 Indonesia juga tak sepi dengan kemunculan sejumlah peraturan yang dinilai diskriminatif. Tahun ini muncul enam perda bernuansa agama: Qanun Jinayah di Aceh, Perda Zakat di Bekasi, Perda Pelarangan Pelacuran di Jombang, Perda Pendidikan al-Quran di Kalimantan Selatan, Perda Pengelolaan Zakat di Batam, dan Perda Pengelolaan Zakat di Mamuju. Walikota Palembang juga meneken surat bernomor. 177 Tahun 2009 tentang Kewajiban Membayar Zakat bagi PNS di Kota Palembang. Ini belum termasuk rancangan peraturan daerah yang tengah digodok di sejumlah daerah.

Menyoroti perda zakat, Direktur Direktur Sekolah Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Azyumardi Azra  berkomentar. Data-data yang diungkap WI mengindikasikan munculnya fenomena birokratisasi agama. “Ini berbahaya,” tandasnya. Proses ini dianggapnya akan melemahkan kelompok masyarakat sipil sebab negara akan mengambilalih resources ekonomi umat yang tadinya telah dikelola secara mandiri. Situasi semacam itu pernah terjadi di Mesir pada tahun 60-an. Ketika itu Presiden Gamal Abdul Naser “mengakuisisi” Al-Azhar. Sejak saat itu Al-Azhar menjadi tergantung dengan pemerintah dan salah satu cara mengatur Al-Azhar.

Di samping menampilkan sejumlah sisi negatif, Wahid Institute membeberkan sejumlah sisi positif yang muncul pada 2009. Misalnya sikap tegas aparat menangani sejumlah kasus. Terkait perusakan dan pembakaran Padepokan Zikir milik Sahrudin (45) di Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Selasa (8/9), misalnya, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka. Polisi Pelalawan Provinsi Riau juga menahan sembilan orang dari warga Kecamatan Pangkalan. Kesembilan orang yang sebagian besarnya mahasiswa itu dijerat tiga pasal, 160, 170 dan 187 KHUP dengan maksimum ancaman 12 tahun penjara. Meski aksi penahanan tersebut menuai penolakan, pihak polisi tetap menahan mereka. Polwiltabes Makassar juga menahan 25 dari 100-an mahasiswa yang menamakan diri Front Pemuda Bersatu (FPB) karena merazia minuman keras (miras) di kafe rumah bilyar, dan tempat hiburan lainnya di Jl Toddopuli, Jl Nusantara. Mereka ditangkap karena dinilai mengganggu ketertiban. “Kami sangat mengapresiasi ketegasan aparat,” kata Dr. Rumadi, peneliti senior Wahid Institute yang siang itu juga menjadi narasumber dan memaparkan panjang lebar terkait berbagai temuan.

Sayangnya laporan setebal 107 halaman ini tak menyajikan konteks global di dalamnya. “Bagaimanapun Indonesia menjadi bagian dari masyarakat internasional yang tunduk pada peraturan internasional yang sudah diratifikasinya,” terang Rafendi Djamin anggota Komisi HAM antarpemerintah ASEAN (ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights/AICHR).

Meskipun Indonesia sudah meratifikasi sejumlah kovenan, dalam praktiknya masih terdapat problem hukum di mana peraturan tertentu bertentangan peraturan yang ada di atasnya. “Misalnya UU No. 1 PNPS Tahun 1965 tentang penodaan agama,” Trisno S.Sutanto memberi contoh. “Keanehan” juga muncul dalam konteks pembatasan ekspresi kebebasan beragama dalam UUD 1945. Dalam Pasal 28J, ekspresi kebebasan beragama ini bisa dibatasi salah satunya oleh nilai-nilai agama. “Dalam konteks HAM, pembatasan ini tidak dikenal,” tandas aktivis Madia Jakarta itu.

Launching Laporan diakhiri dengan pembagian doorprize berisi buku-buku terbitan Wahid Institute kepada peserta. Panitia menyediakan puluhan doorprize melalui kupon yang dibagi ketika registrasi (AMDJ)

sumber : http://www.wahidinstitute.org/Berita/Detail/?id=72/hl=id/Wahid_Institute_Rilis_Laporan_Kebebasan_Beragama_Tahun_2009

Written by nyistupid

Januari 9, 2010 pada 6:29 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: